Al-Hikmah,
DNA Manusia Merekam Semua Perbuatan Manusia di Dunia
Posted by Unknown
Published on Rabu, 01 Januari 2014

Salah satu hal yang sangat berperan dalam upaya kita meningkatkan takwa pada Allah SWT adalah mengingat mati dan kehidupan di akhirat. Bahwa semua makhluk tanpa kecuali akan meninggalkan dunia yang sementara ini. Entah nanti, atau besok, seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan, kita semua pasti akan mati.
(Setiap makhluk hidup pasti akan mati). Dan kita, sebagai umat
Islam memang diperintahkan untuk sering-sering ingat mati agar hidup
kita menjadi baik. Nabi bersabda:(Perbanyaklah mengingat pemutus
keenakan duniawi).
Selanjutnya, berkaitan dengan kehidupan di akhirat, ada dua hal
utama yang harus selalu menjadi peringatan bagi kita. Pertama, bahwa
hidup di dunia ini teramat sangat sementara, dan hidup di akhirat itu
tiada batasnya.
Andaikan saja kita dikaruniai umur panjang sampai 100 tahun, maka sebenarnya itu hanyalah sepersepuluh hari akhirat. Sebab satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia.
Andaikan saja kita dikaruniai umur panjang sampai 100 tahun, maka sebenarnya itu hanyalah sepersepuluh hari akhirat. Sebab satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia.
Ini didasarkan pada ayat ke-7 surat As-Sajdah yang berarti:
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNYA dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu.
Jadi, secara matematis masa 100 tahun di dunia = 2 jam 24 menit
(menurut perhitungan akhirat). Lebih detil lagi, 1 jam akhirat = 41,66
tahun, 1 menit = sekitar 255 hari, dan 1 detik = 4,25 hari.
Kedua, bahwa semua perbuatan yang kita lakukan di dunia terekam
oleh tubuh kita. Kita harus tahu bahwa agama kita tidak mengajarkan apa
yang sering diungkapkan orang “surgo nunut neroko katut” (ke
surga numpang, ke neraka ikut). Karena yang benar adalah, orang masuk
surga karena amal baiknya, dan yang masuk neraka karena kesalahannya
sendiri.
Sehingga ada sebuah ilustrasi (penggambaran) di dalam al-Quran surat al-Anam ayat 94. Seolah-olah ketika nanti di hari Kiamat dan kita berbondong-bondong menuju pengadilan Allah, terpampang sebuah sepanduk besar yang artinya:
Sehingga ada sebuah ilustrasi (penggambaran) di dalam al-Quran surat al-Anam ayat 94. Seolah-olah ketika nanti di hari Kiamat dan kita berbondong-bondong menuju pengadilan Allah, terpampang sebuah sepanduk besar yang artinya:
Dan sungguh kalian telah datang kepada kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami ciptakan kalian pada mulanya. Dan kalian tinggalkan di dunia apa yang telah Kami karuniakan pada kalian. dan Kami tiada melihat bersama kalian pemberi syafa’at yang kalian anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu. Sungguh telah terputus hubungan-hubungan di antara kalian dan lenyaplah apa yang dahulu (di dunia) kalian anggap (sebagai sekutu Allah).
Kita lahir di dunia dari dua garba ibu sebagai pribadi-pribadi.
Tetapi kemudian kita dituntut untuk hidup yang baik. Dan kebaikan kita
di dunia ini selalu diukur secara sosial.
Perbuatan baik adalah perbuatan baik dalam konteks sosial. Itulah
makanya manusia disebut makhluk sosial. Makhluk yang harus selalu
memikirkan sesamanya.
Seperti dilambangkan dalam ucapan terakhir setiap kali kita shalat,
yaitu assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh (semoga keselamatan
dan keberkahan dari Allah senantiasa tercurah untuk kalian) sambil
menengok ke kanan dan kiri.
Seakan ini adalah peringatan dari Allah SWT, “Kalau kamu sudah melaksanakan salat untuk mengingatku, maka sekarang buktikan bahwa kamu mempunyai tekad baik untuk memperhatikan sesama makhluk di sekitarmu. Tengoklah kanan-kirimu karena masih banyak yang membutuhkan bantuan.”
Seakan ini adalah peringatan dari Allah SWT, “Kalau kamu sudah melaksanakan salat untuk mengingatku, maka sekarang buktikan bahwa kamu mempunyai tekad baik untuk memperhatikan sesama makhluk di sekitarmu. Tengoklah kanan-kirimu karena masih banyak yang membutuhkan bantuan.”
Jadi kita menjadi makhluk sosial di dunia ini. Tapi ketika kita
mati nanti, dan memasuki alam kubur, kita menjadi makhluk pribadi
kembali. Seluruh perbuata kita di dunia, baik dan buruk, hanya kita
sendiri yang menanggung.
Allah telah memperingatkan dalam surat Luqman ayat 33 yang artinya:
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar. Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia menipu kalian, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kalian.
Praktek pengadilan Ilahi di hari akhirat kelak telah dijelaskan dengan gamblang dalam surat Yasin ayat 65 yang artinya:
Pada hari itu Kami bungkam mulut-mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka, sedangkan kaki-kaki mereka memberikan kesaksian atas apa yang telah mereka kerjakan di dunia.
Jadi, badan kita ini akan menjadi saksi. Jika mulut mencoba
mengingkari suatu tuduhan dalam pengadilan Allah nanti, maka yang akan
membantah adalah tangan kita sendiri, dan kaki kita akan menjadi saksi.
Ini adalah peringatan yang sangat kuat yang harus selalu kita renungkan.
Secara ilmiah kita bisa mengatakan bahwa badan kita ini memang bisa
menjadi saksi dari seluruh perbuatan kita. Sebuah teori mengatakan
bahwa sebenarnya segala kejadian di alam raya ini tidak ada yang hilang
tanpa terekam. Kejadian-kejadian itu terekam di angkasa juga di dalam
diri kita sendiri.
Sebagai contoh dari proses perekaman ini adalah fungsi DNA
(deoxyribonucleic acid) dan gen. DNA dan gen berfungsi sebagai perekam
semua bentuk dan karakter/watak kita. DNA terdapat di dalam gen, gen ada
di dalam kromosom, dan kromosom terdapat di dalam sel. Dan perlu kita
tahu bahwa semua makhluk hidup memiliki sel.
Baik DNA, gen, kromosom, dan sel, semuanya adalah benda-benda
mikroskopis (yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop). Tetapi justru di
dalam DNA itulah terekam seluruh informasi mengenai diri kita. Apakah
rambut kita ikal atau lurus, hidung kita pesek atau mancung, watak kita
penggembira atau gampang sedih, watak kita supel atau tertutup, semuanya
ada di dalam benda-benda yang tak terlihat oleh mata telanjang kita.
Oleh karenanya, jika al-Quran mengatakan bahwa badan kita menjadi
perekam dari seluruh perbuatan kita, adalah suatu hal yang benar adanya.
Karena di dalam tubuh kita ini terdapat milyaran DNA dan gen. Dan
semuanya itu kelak akan berbicara pada Allah SWT melalui tangan dan kaki
kita seperti dilukiskan di dalam surat Yasin ayat 65 tsb.
Maka dari itu, semua ini harus menjadi peringatan bagi kita. Hidup
di dunia hanya satu kali. Setiap kejadian yang kita alami hanya terjadi
sekali. Bahkan setiap detik, menit, dan jam, tidak mungkin terulang
lagi. Maka hendaknya kita terus berupaya meningkatkan kulaitas hidup
kita secara serius. Demikian semoga bermanfaat. (Ustadz Arif Hidayat, Lc/zilzaal.blogspot.com)
Author : Unknown
Setelah anda membaca artikel tentang DNA Manusia Merekam Semua Perbuatan Manusia di Dunia jika bermanfaat, silahkan tekan tombol Share. Anda juga boleh menyalin / menyebarluaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya :
Terima kasih
Artikel Terkait : Al-Hikmah





0 komentar
Readers Comments
Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan blog Jokowi For President. Admin berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.